Tren Teknologi di Era Digital, Yang Harus Dihadapi Perusahaan

Teknologi pastinya telah mengalami perkembangan yang terasa sangat pesat bahkan sekarang ini dan menyebabkan tren yang selalu berubah setiap tahunnya. Kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini terjadi secara luas dalam berbagai bidang. Yang tentunya berdampak pula salah satunya dalam bisnis.

Hal ini memungkinkan teknologi membantu perusahaan untuk menciptakan produk dan jasa. Atau membantu perusahaan dalam mengubah cara konsumen dalam bekerja juga menjalankan kehidupan pribadi mereka.

Kondisi seperti ini mengubah cara perusahaan dalam berinteraksi dengan konsumen dan mitra bisnis. Dengan berbagai efektifitas dan utilitas yang semakin terbangun. Dalam laporan yang bertajuk Accenture Technology Vision 2018, dihimpun bahwa ada 5 tren teknologi yang harus dihadapi pelaku industri. Hal ini bertujuan untuk membangun kemitraan dan sukses di era ekonomi digital.

Citizen AI

Menurut Indra Permana, selaku Technology Delivery Lead Associate Director Accenture Indonesia, perusahaan dapat meningkatkan penggunaan AI untuk kepentingan bisnis dan masyarakat.

“Perusahaan mengembangkan kecerdasan buatan untuk berinteraksi dengan konsumen dan bisnis lain,” kata Indra dalam media briefing di kantor Accenture Indonesia, Jakarta, tahun 2018 lalu.

Berkembangnya kecerdasan buatan sejalan dengan peningkatan dampaknya pada kehidupan masyarakat. Perusahaan dan kalangan bisnis yang ingin memanfaatkan potensi AI juga harus menyadari peningkatan kemampuan ini agar mampu menjalankan fungsi bisnis secara bertanggung jawab.

Extended Reality

Indra menjelaskan, dalam konteks ini adalah berakhirnya jarak dengan virtualisasi dan rekayasa tambahan. Teknologi virtual dan augmented reality mengubah cara hidup dan pekerjaan masyarakat. Ini ditandai dengan semakin hilangnya jarak terhadap pelanggan, informasi, dan pengalaman.

Data Veracity

Disebut pula pentingnya kepercayaan tanpa manipulasi. Untuk menjawab tantangan bisnis, perusahaan harus mampu mengaplikasikan gaya kepemimpinan dua arah untuk memaksimalkan keakuratan data dan meminimalisir ruang untuk manipulasi data.

Frictionless Business

Dan atau mengembangkan kemitraan untuk pertumbuhan bisnis. Indra menjelaskan, untuk dapat menjadi perusahaan cerdas dan terhubung, maka perusahaan harus merancang ulang bisnis mereka agar tak terlibas kemajuan teknologi.

Internet of Thinking

Hal ini yakni menciptakan sistem distribusi pengetahuan yang menyeluruh. Terkait hal ini, mewujudkan lingkungan pintar ke dalam kehidupan sehari-hari tak hanya membutuhkan keterampilan khusus dan kualitas tenaga kerja yang mumpuni, namun juga modernisasi infrastruktur teknologi perusahaan.

Dalam hal ini, Accentrure melakukan survei di 25 negara dan 18 industri terhadap 6.300 orang responden. Adapun profil responden adalah eksekutif di bidang bisnis dan teknologi. Selain itu, Accenture juga melakukan wawancara terhadap 100 orang CEO global untuk mengetahui visi-visi mereka terkait teknologi yang akan mereka terapkan. Dalam survei ini, sebanyak lebih dari 200 eksekutif Indonesia terlibat sebagai responden.

Kemajuan teknologi ini juga menyangkut pada tersedianya aplikasi lowongan kerja untuk perusahaan pencari tenaga kerja. Bahkan pekerja dapat dengan mudah dan efektif mencari kerja karena tersedianya platform gratis. Rob’s Jobs aplikasi lowongan kerja yang akan memudahkan para jobcreator dan jobseeker.

Menjadi aplikasi  nomor satu dan telah bekerja sama dengan Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KEMENAKER), BNP2TKI dan Langsung Untung yang di persembahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk diketahui tersedia ribuan lowongan kerja tiap minggunya. Melalui Rob’s Jobs lebih dari 500 orang mendapatkan pekerjaan kurang dari 1 bulan pencarian.

Cek website Rob’s Jobs untuk mengetahui lowongan apa saja yang tersedia di dalam maupun luar negeri. Atau segera install Rob’s Jobs di Google Play Store. Ayo daftarkan dirimu sekarang!