Ini Alasan Jutaan TKI Mengadu Nasib di Malaysia

Menjadi tenaga kerja Indonesia atau TKI mengadu nasib di luar negeri bukanlah hal mudah. Nasib para TKI juga tidak jauh dari berbagai kasus di luar negeri. Meski banyaknya kasus seperti penyiksaan, pelecehan, dan deportasi yang dialami para TKI, niat orang Indonesia untuk jadi TKI tidak pernah surut.

Ratusan ribu TKI mengadu nasib di luar Indonesia. Di Malaysia saja, terdapat jutaan TKI. Ditambah dengan puluhan ribu lainnya di Taiwan, Arab Saudi, Tiongkok, hingga Eropa dan Amerika Serikat.

Malaysia jadi tujuan utama TKI kerja di luar negeri. Pada 2017 saja jumlah TKI di sana mencapai 2,7 juta jiwa. Para TKI rela lakukan apa saja untuk kerja di sana, meskipun harus menjadi TKI ilegal. Apa alasan TKI mengadu nasib di luar negeri bahkan rela berbuat senekat itu? Berikut ini alasannya.

Himpitan ekonomi

Selain karena himpitan ekonomi, penyebab banyak orang Indonesia jadi TKi adalah tergiur gaji besar. Bayangan mereka, gaji mereka akan dibayar dengan mata uang dolar.

Zainudin, seorang TKI di Malaysia asal Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih jadi TKI di Malaysia sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit. Dalam sebulan, gajinya bisa dapat 3000 ringgit atau 10 juta rupiah. Berkat penghasilannya tersebut, dia bisa membangun rumah dan menguliahkan anaknya.

Di sisi lain, Dorce, seorang TKI asal Flores nekat bekerja di Malaysia karena gajinya lebih besar, meskipun hidupnya lebih enak di Indonesia. Dalam sebulan dia digaji 1200 ringgit atau 4,1 juta rupiah.

Keputusan mereka jadi TKI sangat berat karena harus meninggalkan keluarga. Namun, demi dapat pendapatan lebih mereka rela bekerja di luar negeri.

Jaminan kesehatan di Malaysia

Biasanya TKI dapat jaminan kesehatan dari majikan atau agen. Hal ini membuat kesehatan mereka saat bekerja di Malaysia terjamin penuh. Johor, Malaysia, merupakan kota dengan TKI terbanyak. Di sana TKI banyak yang berobat di rumah sakit Johor. Jumlah mereka mencapai hampir 50 ribu orang per tahun. Faktor inilah yang membuat mereka semakin tertarik jadi TKI di Malaysia. Di sana mereka diberikan pelayanan kesehatan yang memadai oleh pihak rumah sakit.

Lapangan kerja yang tidak memadai di Indonesia

Selain faktor ekonomi, sulit dapat kerja di Indonesia adalah penyebabnya. Hal ini yang membuat mereka nekat jadi TKI di Malaysia dan negara lain. Apalagi orang Malaysia sangat suka dengan kehadiran TKI. Mereka bisa cepat belajar bahasa Melayu dan mau digaji murah.

Namun, faktor yang membuat sulitnya orang Indonesia dapat kerja di sini ada dua. Pertama, rendahnya tingkat pendidikan, kesehatan, dan kemampuan. Semua kesulitan tersebut yang membuat mereka nekat jadi TKI, baik secara resmi atau ilegal demi sesuap nasi. Kalau pun ada kerja di Indonesia, gajinya masih di bawah harapan dan tidak seimbang dengan harga makanan di pasaran.

Faktor kedua adalah peraturan-peraturan pemerintah yang membatasi seseorang dapat kesempatan kerja. Hal ini bisa jadi masalah sekaligus keuntungan untuk pemerintah Indonesia, karena banyaknya TKI di luar negeri bisa memberikan devisa tinggi bagi negara.

Kalau kamu salah satu orang yang ingin jadi TKI dengan alasan-alasan di atas, hindari jadi TKI ilegal! Daftarkan diri jadi TKI secara resmi dengan melamar lowongan-lowongan kerja di Malaysia lewat aplikasi ROB’S JOBS!

ROB’S JOBS juga bekerja sama dengan BNP2TKI, badan perlindungan tenaga kerja Indonesia dari pemerintah Indonesia, sehingga kamu akan punya perlindungan hukum dari pemerintah.

Caranya gampang banget, tinggal install aplikasi ROB’S JOBS DI SINI. Terus masukkan data diri kamu dan lamar lowongan kerja luar negeri DI SINI.

Jangan lupa, buat jadi tenaga kerja Indonesia yang resmi, kamu juga harus memenuhi semua persyaratan dari pemerintah. Cari tahu apa saja persyaratan menjadi TKI dari BNP2TKI DI SINI.