Tekanan Kerja Pelayan Restoran Ternyata Lebih Berat Daripada Dokter Bedah! Ini Sebabnya

0
141

Pelayan restoran punya tekanan kerja yang cukup berat. Jam kerjanya tidak menentu dan sering lembur dengan gaji kadang-kadang bisa di bawah upah minimum. Itu pun belum termasuk berhadapan dengan pelanggan rewel.

Namun, ada kalanya Anda bisa kesal dengan pelayan saat mereka salah menyajikan pesanan Anda atau melupakan pesanan Anda. Sebelum Anda kesal, Anda harus tahu bahwa pelayan restoran harus lebih dihargai daripada yang Anda pikir.

Tekanan Kerja yang Dapat Merusak Kesehatan Fisik dan Mental

Sebuah penelitian yang diadakan oleh Southern Medical University di Guangzhou, China, menyatakan bahwa pekerjaan dengan tekanan dan tuntutan adalah pelayan restoran. Pelayan restoran dikategorikan sebagai pekerjaan yang paling merusak kesehatan mental dan fisik.

Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa data dari 138,700 partisipan dari enam penelitian lainnya yang berhubungan dengan kesehatan karir. Para peneliti juga menemukan bahwa para pelayan lebih rentan risiko penyakit stroke sebanyak 22 persen daripada orang dengan pekerjaan tekanan rendah. Pada wanita, risiko ini jadi meningkat sebanyak 33 persen.

Tekanan Kerja Lebih Berat Daripada Dokter

Walaupun pekerjaan kantor seperti arsitek, ilmuwan, dan dokter juga punya tekanan berat, tetapi mereka masih bisa memegang kendali dan dihormati di kantor. Misalnya, seorang dokter bedah boleh saja merasa stres setelah bekerja, tetapi mereka masih tetap dihormati dan dihargai ketimbang pelayan restoran.

Jam kerja yang tidak tentu tidak hanya berpotensi merusak kesehatan, peneliti juga menemukan bahwa pelayan restoran rentan terhadap alkohol dan rokok yang tentunya bisa merusak jantung dan kesehatan mental.

Hal seperti ini bisa jadi pertimbangan untuk Anda jika merasa sangat kesal dan ingin menghardik pelayan restoran karena salah menyajikan pesanan Anda. Walaupun kualifikasi pekerjaan tidak terlalu spesifik, tekanan kerja pelayan restoran ternyata jauh melebihi pekerjaan kerah putih atau kerja kantoran.

Penelitian ini juga bisa menjadi pertimbangan para pengusaha restoran untuk lebih menghargai karyawan Anda. Buatlah kebijakan yang bisa meringankan tekanan kerja mereka. Jika kesehatan fisik dan mental karyawan sudah optimal, maka mereka bisa memberikan performa kerja yang terbaik untuk Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here