Perlakuan Terhadap Pelamar Kerja Dapat Mempengaruhi Citra Perusahaan

Dari tahun ke tahun tingkat usia produktif yang siap terjun ke dunia kerja di Indonesia semakin meningkat. Hal ini otomatis membuat kebutuhan akan lapangan pekerjaan juga sangat besar.

Sayangnya, hal tersebut memunculkan beberapa perusahaan yang melakukan perekrutan karyawan yang secara etika seharusnya tidak dilakukan. Misalnya melakukan menyebarkan informasi bahwa mereka sedang melakukan rekrutmen besar-besaran padahal tenaga kerja yang akan diambil hanya sedikit saja. Atau bahkan pelamar diminta untuk melakukan antrian panjang, berdesak-desakan dan kepanasan hanya agar bisa mendapatkan berkas lamaran dari para pelamar.

Memang, pihak perusahaan memiliki hak atas sistem dan proses rekrutmen karyawan yang dijalankan. Tapi bukan berarti perusahaan diperkenankan untuk memperlakukan pelamar kerja secara tidak layak. Karena proses rekrutmen harus memiliki etika. Memang betul mereka membutuhkan pekerjaan, namun bukan berarti mereka dapat diperlakukan seenaknya.

Menurut kami, bagaimana sebuah perusahaan memperlakukan pelamar kerja dapat merepresentasikan nilai-nilai serta mencitrakan prilaku dari perusahaan itu sendiri. Jika bisa memberikan pelayanan yang baik kepada customer atau klien maka seharusnya juga bisa melayani pelamar kerja dengan baik pula.

Selain itu, bukankah ketika sebuah perusahaan membutuhkan orang terbaik untuk bergabung sebagai bagian dari mereka, maka seyogyanya juga memberikan yang terbaik bagi mereka? Apalagi di era digital ini. Dimana perusahaan dapat melakukan rekrutmen via online atau platform pencari kerja. Sehingga pelamar tidak perlu kesulitan untuk sekedar mengirimkan berkas lamarannya.

Akhir kata, kami mengajak seluruh perusahaan yang ada di Indonesia untuk menghargai pelamar kerja. Sehingga perusahaan Anda layak mendapatkan yang terbaik pula!