5 Tantangan Terbesar yang Harus Dihadapi Pekerja Kerah Biru di Asia

Pekerjaan kerah biru di Asia masih dipandang sebelah mata karena banyak stigma yang melekat. Dari gajinya yang rendah hingga beban fisik dalam pekerjaannya yang terlalu berat. Namun, kebutuhan pekerja kerah biru di Asia justru meningkat setiap tahun.

Meski kebutuhan meningkat, para pekerja kerah biru di Asia masih belum diperlakukan dengan adil. Mereka juga masih harus menghadapi banyak tantangan kerja seperti berikut ini.

Mesin Otomatis

Setelah banyak perusahaan dan pabrik yang ingin beralih ke mesin agar lebih efisien, para buruh khawatir mereka akan digantikan oleh mesin.

Hal ini sudah terbukti dan terjadi di Indonesia. Sejak akhir 2016 hingga akhir 2018 lalu, sudah ada 50.000 karyawan yang terkena PHK karena posisi mereka digantikan oleh mesin.

Meski begitu, mesin masih belum bisa menggantikan peran manusia dalam pekerjaan kerah biru lainnya. Misalnya seperti pekerjaan /cleaning service/ karena mesin belum memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk mengerjakannya.

Fleksibilitas

Banyak pekerja kerah biru di Asia yang tidak punya fleksibilitas pada jam kerja. Jam kerja yang tidak fleksibel tidak cocok untuk pekerja yang punya komitmen lain, seperti ibu rumah tangga. Orang-orang seperti mereka butuh pekerjaan agar dapat uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, tetapi masih banyak perusahaan yang belum bisa mengakomodasi kebutuhan mereka.

Upah yang Masih Sangat Minim

Banyak sekali pekerja kerah biru di Asia yang masih sangat bergantung pada upah mereka untuk menafkahi keluarga. Upah yang minim membuat mereka sulit menabung dan akan sangat rugi apabila kehilangan pekerjaan. Di Indonesia, buruh tidak hanya mendapat upah minim, tetapi juga harus menerima perlakuan tidak adil dari perusahaan.

Kerja Serabutan

Banyak pekerja kerah biru yang masih bekerja serabutan, padahal mereka bisa kerja penuh waktu. Mereka hanya bekerja sesuai panggilan, sehingga perusahaan tidak perlu membayar mereka sesuai dengan upah minimum.

Mereka bisa mendaftarkan diri ke berbagai perusahaan outsource. Namun, mereka jadi buang-buang waktu untuk melengkapi administrasi di setiap perusahaan.

Kemampuan pekerja kerah biru sering kali kurang dihargai. Walaupun mereka punya kemampuan untuk dapat kerja dengan gaji lebih tinggi, mereka hanya mampu diterima di pekerjaan dengan gaji minim.

Pencarian Kerja dan Proses Rekrutmen yang Melelahkan

Walaupun sudah banyak perusahaan yang mempercepat proses rekrutmen pekerja kerah putih, hal yang sama belum terjadi bagi pekerja kerah biru.

Proses rekrutmen yang ada pun masih sangat merepotkan. Mengunggah CV di internet dalam bentuk PDF, menulis lamaran lewat email, adalah kendala yang harus dihadapi pekerja kerah biru yang umumnya gagap teknologi. Mereka masih mencari lowongan kerja dari mulut ke mulut dan mendatangi kantor satu per satu agar diterima kerja. Proses ini sangat melelahkan dan tidak efisien.

Apakah Anda Ingin Jadi Salah Satu Perusahaan yang Dapat Karyawan Berkualitas Tanpa Melakukan Proses Rekrutmen yang Kuno dan Melelahkan?

Jika Anda ingin membuka kesempatan kerja bidang kerah biru di perusahaan Anda, pasti Anda ingin dapat karyawan berkualitas. Bersama ROB’S JOBS, Anda bisa lakukan rekrutmen kandidat terbaik berdasarkan peringkat kemampuan dari daftar kriteria yang Anda tentukan sendiri.

Proses perekrutan dapat dilakukan secara cepat dan efisien. Cukup upload lowongan kerja selama 7 menit secara gratis dan tanpa batas. Daftarkan perusahaan Anda dan tentukan paket rekrutmen yang sesuai kebutuhan Anda DI SINI.