Menjadi Customer Service? Siapa Takut!

Pembeli adalah raja, kata pepatah jaman dulu. Suka atau tidak, pepatah ini sebenarnya memang cukup menggambarkan relasi antara pemilik usaha dengan para pembelinya (customer). Salah satu hal yang membuat perusahaan berkembang dan semakin maju adalah adanya loyal customer yang senantiasa datang kembali untuk membeli barang ataupun menggunakan jasa. Tentu ada triknya untuk bisa punya pembeli atau pelanggan setia, salah satunya adalah layanan customer service yang selalu siap membantu dan memberi info pada pelanggan

Customer Service sendiri sangat erat kaitannya dengan ilmu komunikasi. Kata “komunikasi” berasal dari kata dalam bahasa latin communis yang berarti “sama” (dalam bahasa inggris : common). Komunikasi kemudian dapat dianggap sebagai proses menciptakan suatu kesamaan (commoness) atau suatu kesatuan pemikiran antara pengirim dengan penerima. Sedangkan cara yang tepat untuk memahami komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan : who, says what, in which channel, to whom, with what effect?

Rumusan pertanyaan tersebut mengandung lima unsur dasar dalam komunikasi, yaitu :

a. Siapa yang mengatakan? (komunikator, pengirim, atau sumber)
b. Apa yang disampaikan? (pesan, ide, gagasan)
c. Dengan saluran mana? (media atau sarana)
d. Kepada siapa? (komunikan atau penerima)
e. Apa dampaknya? (efek atau hasil komunikasi)

Kesimpulannya bahwa komunikasi merupakan penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu dan menghasilkan dampak-dampak tertentu pula. Peran public relations sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan perusahaan sesuai dengan visi dan misi perusahaan tersebut terutama dalam menciptakan kepuasan pelanggan dan menciptakan goodwill dan citra positif.

Customer service adalah setiap kegiatan yang diperuntukkan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan melalui pelayanan yang diberikan seseorang secara memuaskan. Pelayanan yang diberikan termasuk menerima keluhan / masalah yang sedang dihadapi. Seorang customer service harus pandai dalam mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh tamunya.

Hampir setiap perusahaan mempekerjakan customer service dan kebutuhan akan tenaga ahli dalam memberikan pelayanan bermutu terus meningkat. Bersamaan dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya profesi ini, para petugas yang ahli dan berpengalaman akan dianggap sebagai kontributor yang sangat berarti bagi keuntungan dan keberhasilan sebuah perusahaan.