Mengatasi Bentuk Kecurangan Yang Sering Terjadi Pada Suatu Perusahaan

Kata kecurangan atau fraud ini sudah selayaknya kita anggap persentasi negatif dalam sebuah bisnis. Menjadi resiko bisnis yang patut diantisipasi perusahaan. Fraud dapat dialami oleh perusahaan manapun, walau kerap terjadi di perusahaan kecil.

Perusahaan besar pada umumnya sudah memiliki manajemen anti-fraud, karena ketersediaan dana dan juga karyawan yang bisa melakukan fungsi pengawasan secara optimal. Masalah ini terntunya tidak bisa diselesaikan langsung.

Tanggapan perusahaan dan penanganannya harus benar-benar seris. Masalah kecurangan ini bisa menjadi batu penghambat yang serius bagi perkembangan perusahaan. Hambatan itu bisa bersifat finansial seperti berkurangnya profit, bisa juga bersifat kultural, dalam artian menyerang moral karyawan dan merusak sistem manajemen kerja.

Guna mencegah terjadinya fraud yang mengakibatkan bisnis gagal, kita perlu mencari tahu terlebih dahulu, apa sebenarnya fraud dan bagaimana bentuknya.

Bentuk-Bentuk Kecurangan atau Fraud

Sesuai dari definisinya fraud dalam bahasa Inggris diartikan sebagai criminal deception intended to financially benefit the deceiver. Fraud tergolong dalam kategori kriminal, yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang, untuk memperoleh keuntungan pribadi dan secara langsung merugikan pihak lain, dalam hal ini, perusahaan.

Salah-satu lembaga yang aktif dan sering menjadi rujukan dalam mengatasi fraud adalah Association of Certified Fraud Examinations (ACFE) yang berbasis di Amerika Serikat. ACFE membagi fraud dalam tiga kelompok besar, yaitu:

1. Financial Statement Fraud yaituKecurangan Laporan Keuangan

Manipulasi kecurangan yang dilakukan secara sengaja oleh pihak manajemen maupun akuntan yang membuatnya. Akibatnya menimbulkan kerugian di pihak investor atau kreditor. Bisa jadi manipulasinya hanya dalam bentuk data, namun bisa pula dalam bentuk finansial. Ini tergantung pada motivasi dari pelaku fraud.

2.  Asset Misappropriation atau Penyalahgunaan Aset

Kecurangan terjadi apabila ada aset atau harta perusahaan yang disalahgunakan. Dapat berupa penggelapan kas, pemakaian fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi, ataupun pengeluaran biaya perusahaan tanpa prosedur dan kesepakatan. Semakin besar kecurangan ini terjadi, maka semakin besar pula pengaruh buruknya bagi cashflow perusahaan.

3. Corruption atau Korupsi

Kecurangan ini berbentuk suap, pemerasan, pemberian secara ilegal maupun konflik kepentingan yang merugikan perusahaan. Korupsi dapat dilakukan baik secara pribadi maupun secara berkelompok.

LangkahLangkah Menghindari Fraud

Ada banyak tips yang bisa diterapkan dalam mencegah terjadinya fraud. Tips yang ada selalu berkembang, seiring bertambahnya jumlah dan semakin beragamnya wujud dari praktik fraud.

Namun, perusahaan belum tentu mampu mempraktikkan semua tips yang ada, mengingat diperlukannya efisiensi dalam menjalankan perusahaan. Setidaknya, ada tiga langkah yang bisa menjadi pilihan bagi pelaku usaha, untuk menghindari terjadinya fraud.

1. Menggunakan Software yang Accountable

Saat ini, banyak start up maupun produsen perangkat lunak, yang mendesain produk-produk akuntansi dan manajemen data, sesuai dengan kebutuhan spesifik dari para pengguna. Penggunaan software khusus dapat meningkatkan efisiensi kerja dan juga efisiensi pengawasan kerja.

Software yang baik setidaknya memenuhi dua syarat. Pertama, terintegrasi satu sama lain, di internal perusahaan, sehingga mempercepat transfer data dan pengawasan data. Ketika seorang karyawan hendak melakukan manipulasi, bisa langsung terlacak dari komputer perusahaan manajer ataupun karyawan lain. Kedua, terdapat jaminan kerahasiaan untuk dokumen-dokumen penting. Untuk itu, sistem keamanan software mesti terpercaya dan desainnya sejalan dengan kepentingan perusahaan, sehingga tidak gampang diretas ataupun diutak-atik oleh karyawan yang tidak bertanggung jawab. Software yang tepat dapat membantu perusahaan membangun akuntabilitas secara efisien.

2. Memperketat Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur

Dalam benak karyawan, tak jarang SOP hanya dianggap sebagai gumpalan aturan di atas kertas, yang merupakan pelengkap administrasi perusahaan. SOP dibuat untuk menjamin perusahaan dijalankan dengan baik, sesuai dengan perencanaan.

3. Menciptakan Kultur Perusahaan yang Baik

Transfer visi dari atasan tertinggi hingga karyawan terbawah mesti berlangsung dengan benar, agar karyawan lebih mencintai values atau nilai yang dituju secara bersama-sama, oleh segenap karyawan perusahaan. Karyawan selayaknya saling mendukung secara moral, seperti halnya keluarga, sehingga tidak terjadi degradasi moral berujung kriminal berbentuk fraud.

Perusahaan harus memiliki standar moralnya tersendiri seperti transparansi, yang menutup celah terjadinya fraud.

Berkaitan dengan masalah ini, para pengusaha janganlah patah semangat melalui tantangan ini, lewati semua dengan ikhlas dan kerja keras. Para pengusaha yang menjadi pembuka lapangan kerja yang tentunya bisa membantu sekitar. Dan untuk memudahkan pencarian pekerja ini. Perusahanmu dapat mendaftarkan diri di Robs Jobs, aplikasi lowongan kerja yang memudahkan pengusaha dan tentunya pekerja. Baik untuk membuka lowongan pekerjaan maupun mencari tempat bekerja.

Robs Jobs hadir dengan mudah dan efisien dan bisa di install di Google Play Store, atau cek saja website Robs Jobs untuk mengetahui pekerjaan apa saja yang tersedia baik di dalam maupun luar negeri. Cek juga bahasan seputar pekerja dan pengusaha hanya disini. Ayo install Robs Jobs sekarang! Banyak keuntungan yang akan menunggumu.