Mari Deteksi Modus Penipuan Lowongan Kerja!

Zaman sekarang, persaingan dalam mencari pekerjaan sangatlah ketat. Hal ini kerap dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan dengan menipu para pencari kerja yang sudah putus asa. Kejahatan memang tidak memandang tempat dan waktu sehingga kita harus senantiasa waspada.

Keuntungan paling mudah yang bisa didapatkan adalah data dan informasi korban, bisa berupa nomor HP ataupun alamat email. Kemudian data dan informasi tersebut akan dijual kepada pengepul untuk dijadikan ladang iklan atau target pemasaran. Jadi, jangan heran jika kamu kerap mendapat SMS atau email berupa iklan atau ajakan-ajakan tertentu dari pengirim yang nggak jelas. Adalah bonus jika si penipu sampai mendapatkan uang langsung darimu yang mau saja dikelabui.

Di era digital ini, internet dijadikan salah satu pilihan bagi para pencari kerja untuk mencari informasi lowongan kerja yang sesuai dengan kriteria mereka. Banyak sekali yang rela menyisihkan waktunya untuk searching di google demi mendapatkan informasi yang diinginkan mengenai lowongan kerja. Peristiwa ini membuat segelintir oknum memanfaatkannya untuk bisa menjalankan aksi penipuan. Yaitu dengan cara menipu para pencari kerja dengan iming-iming dipekerjakan disuatu perusahaan dengan modus akan dimintai sejumlah uang untuk biaya pendaftaran awal dan menjanjikan akan ditempatkan posisi yang mereka inginkan, namun nyatanya tidak sama sekali.

Apa Sih Ciri-Ciri Penipuan Lowongan Kerja Online?

1. Harus membayar (ada biaya yang harus dikeluarkan)

Sebenarnya tidak hanya online, lowongan offline juga sudah pasti mencurigakan kalau kamu diharuskan membayar atau keluar biaya untuk sesuatu (misal administrasi, perekrutan, training, dan lain-lain), intinya adalah kalau kamu di perintahkan membayar suatu biaya sekecil apapun itu untuk alasan apapun selama proses seleksi/rekrutmen, maka kemungkinan besar lowongan itu palsu dan hanya ingin memanfaatkan uangmu saja.

Kamu tentu bekerja untuk mencari uang, sangat tidak etis kalau harus mengeluarkan uang pada saat mencoba melamar sebagai karyawannya, perusahaan-perusahaan yang bagus malah akan membiayai kita untuk training dan belajar sebelum bekerja, jadi kalau sampai ada perusahaan yang berusaha mengambil biaya sekecil apapun darimu itu bisa jadi kode keras bahwa perusahaan itu adalah scam atau perusahaan abal-abal.

2.  Identitas/alamat kantor, e-mail dan website yang mencurigakan

Beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengidentifikasi perusahaan yang baik/benar:

  • Cara termudah adalah googling nama perusahaan tersebut apakah pernah ada reputasi buruk, rekam jejak dan apakah bisnisnya terdaftar di Google Maps (punya lokasi yang jelas).
  • Cek website/situs resmi perusahaan tersebut termasuk sosial media yang ada, apakah profil yang mereka buat jelas dan ada kegiatan real yang bisa dibuktikan (seperti foto, video, event, dan lain-lain).
  • Perusahaan yang baik tentu akan menggunakan alamat email yang profesional (contoh: info@namakantor.com), kalau mereka tidak menggunakan webmail dan masih pakai email dari Yahoo/Gmail (email gratisan) apalagi kalau namanya aneh-aneh (tidak mendeskripsikan perusahaan/kantor) kemungkinan besar mereka perusahaan abal atau tidak profesional, kalaupun kamu masih tertarik melamar coba lihat bagaimana cara mereka merespon email, apakah ada detail kontak perusahaan yang jelas dalam email seperti nomor telepon dan alamat kantor.

3. Penuh tanda tanya

Selama proses seleksi banyak hal-hal aneh yang membuat kamu bertanya-tanya, contoh:

  • Deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, perusahaan cenderung menutup-nutupi apa yang akan kamu lakukan selama bekerja, apalagi kalau mereka atau pihak perusahaan selalu mengalihkan pembicaraan saat kamu berusaha menanyakan dengan jelas jobdesc yang ada.
  • Perhatikan apakah dalam lowongan kerja online tersebut ada keahlian yang diperlukan dan syarat-syarat lain, kalau kamu diundang interview padahal lowongan kerjanya tidak sesuai dengan kemampuanmu, kemungkinan besar lowongan itu tidak aman dan patut dicurigai.
  • Tidak memberikan penjelasan mengenai posisi yang ditawarkan atau yang lebih parah setelah diwawancara pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan deskripsi yang ditawarkan pada awalnya.
  • Yang biasanya sangat mencurigakan adalah kalau kamu bisa diterima kerja tanpa adanya proses interview dan seleksi. Bahkan terkadang ada beberapa penawaran kerja yang datang sendiri padahal kita tidak pernah melamar sama sekali (tiba-tiba perusahaan langsung mengundangmu untuk interview).
  • Perusahaan meminta data pribadi seperti alamat rumah, data rekening bank, nomor KTP, dan lain-lain tanpa adanya undangan interview.

4. Too good to be true

Ciri seperti ini sangat mudah dikenali, perusahaan biasanya akan mengiming-imingkan jumlah gaji/komisi yang terlalu tinggi dan tidak wajar, seolah mereka terlalu baik mau memberikan berbagai bonus-bonus besar, kalau menurutmu penawaran mereka to good to be true (terlalu indah untuk menjadi kenyataan), lebih baik cari lowongan lain yang lebih realistis dan masuk akal.

Ketidaktahuan dan rasa keinginan kandidat untuk segera mendapatkan pekerjaan  menjadi sasaran empuk bagi para penipu ini.

Selain itu, kamu juga dijanjikan akan langsung bekerja dalam waktu singkat. Mereka akan melakukan job posting mengatasnamakan perusahaan-perusahaan besar dari dalam negeri dan luar negeri. Sehingga para pencari kerja tertarik untuk melamar dan memberikan data diri mereka secara sukarela.