Tingkat Pengangguran di Korea Selatan Naik, Pemerintah Akan Mengirim Tenaga Kerja Indonesia!

Tingkat pengangguran di Korea Selatan naik 0,1 persen sejak Desember 2018 menurut data pemerintah Korea Selatan. Jumlah yang menganggur mencapai 1 juta orang pada tahun 2018. Sebagai salah satu cara untuk mengatasi tingkat pengangguran yang meningkat, pemerintah Korea Selatan mengirim para penganggurannya ke luar negeri untuk bisa bekerja.

Program pemerintah Korea Selatan ini semakin populer buat lulusan kuliah yang menganggur. Pada Maret 2019 saja, 1 dari 4 warga Korea Selatan berusia 15-29 tahun menganggur. Itu sebabnya banyak sekali anak muda mendaftar untuk bisa bekerja di luar negeri selama beberapa waktu.

Program ini diadakan karena banyak lulusan kuliah nggak bisa kerja karena terlalu banyak saingan. Jumlah peminatnya meningkat tiga kali lipat sejak tahun 2013 ketika program ini dimulai. Program ini tidak membebankan persyaratan apa pun ke peminatnya, karena memang bertujuan untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.

Akan tetapi, program ini ternyata nggak semulus harapan para tenaga kerja.

Pekerjaan nggak sesuai dengan apa yang dijanjikan

Keluhan yang paling banyak muncul dari program ini adalah banyaknya pekerja yang nggak dapat pekerjaan sesuai yang dijanjikan. Sejumlah tenaga kerja malah jadi pencuci piring atau hanya bekerja di tempat pengolahan daging di daerah perkampungan.

Ada juga yang salah dapat informasi soal gaji dan kondisi kerja. Salah seorang pekerja mengaku hanya dapat sepertiga gaji dari yang dijanjikan. Dia bahkan sampai nggak bisa membayar sewa rumah.

Untuk menghadapi kendala ini, Pemerintah Korea Selatan membuat pusat pengaduan bagi para pekerja. Pemerintah juga menambah anggaran untuk program ini sesuai kebutuhan.

Pekerja Korea Selatan masih suka pilih-pilih pekerjaan

Sebenarnya, di negara sendiri masih ada pekerjaan di pabrik. Akan tetapi, banyak lulusan kuliah di sana masih suka pilih-pilih pekerjaan. Bagi mereka, pekerjaan pabrik merendahkan diri mereka.

Akhirnya, perusahaan yang butuh karyawan terpaksa menerima tenaga kerja asing, termasuk tenaga kerja dari Indonesia. Walaupun bayaran tenaga kerja asing lebih mahal, mereka nggak punya pilihan lain.

Sejak April 2019, ada 13 tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Hyundai Tech, salah satu perusahaan mobil di Korea Selatan. Mereka diberi akomodasi, makan, dan biaya hidup yang sangat layak agar mereka nggak pindah ke perusahaan lain.

Hal ini tentu menguntungkan bagi tenaga kerja Indonesia. Mereka bisa mengisi berbagai posisi pekerjaan di luar negeri yang enggan diisi oleh penduduknya sendiri. Mereka bisa dapat gaji dan kehidupan yang layak.

Nah, kalau kamu ingin bisa seperti itu, sebaiknya lamar kerja ke luar negeri di mana yang terpercaya?

Daftarkan diri jadi TKI secara resmi dengan melamar lowongan-lowongan kerja di luar negeri lewat aplikasi ROB’S JOBS!

ROB’S JOBS juga bekerja sama dengan BNP2TKI, badan perlindungan tenaga kerja Indonesia dari pemerintah Indonesia, sehingga kamu akan punya perlindungan hukum dari pemerintah.

Caranya gampang banget, tinggal install aplikasi ROB’S JOBS DI SINI. Terus masukkan data diri kamu dan lamar lowongan kerja luar negeri DI SINI.

Jangan lupa, buat jadi tenaga kerja Indonesia yang resmi, kamu juga harus memenuhi semua persyaratan dari pemerintah. Cari tahu apa saja persyaratan menjadi TKI dari BNP2TKI DI SINI.