Ini Alasan Konsep Kantor Terbuka Justru Kurang Efektif Untuk Karyawan

Konsep kantor terbuka populer dan kerap dipakai karena hemat biaya konstruksi. Konsep kantor ini juga diharapkan akan mendorong interaksi sesama karyawan agar meningkatkan kegiatan kolaboratif sesama karyawan, produktivitas kerja, dan kepuasan kerja. Di samping itu, menurut penelitian dari Harvard Business Review, waktu yang digunakan karyawan untuk kegiatan kolaboratif meningkat hampir 50 persen.

Meski begitu, konsep kantor seperti ini tetap kurang efektif untuk karyawan.

Privasi Berkurang

Penelitian juga membuktikan bahwa konsep kantor ini justru menurunkan interaksi tatap muka sebanyak 73 persen dan interaksi email malah meningkat sebanyak 67 persen. Hal ini terjadi karena karyawan menggunakan headphone agar tidak terganggu dengan kegaduhan di sekitarnya. Karyawan akhirnya lebih memilih menggunakan email untuk berkomunikasi soal pekerjaan daripada berbicara secara langsung karena tidak ada privasi.

“Seorang karyawan akan lebih dulu mengecek apakah karyawan yang ingin dia ajak bicara ada atau tidak di mejanya lalu mengirim email daripada harus bicara secara langsung di depan karyawan lain,” kata profesor Harvard, Ethan S. Bernstein dan Stephen Urban, dalam studi mereka, “The impact of the ‘open’ workspace on human collaboration”.

Berdasarkan penelitian yang diadakan oleh perusahaan furnitur Steelcase terhadap 10,000 karyawannya, hampir 95 persen karyawan butuh privasi saat bekerja. Hal ini sangat wajar karena dalam sehari, waktu 90 menit hilang karena gangguan saat bekerja. Ditambah lagi, konsep kantor ini juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit seperti flu, demam, dan lain sebagainya.

Produktivitas Menurun

Penelitian lainnya dari jurnal Frontiers in Psychology, menyebutkan bahwa kurangnya privasi membuat para karyawan lebih mudah merasa terganggu, khususnya bagi desainer dan arsitek. Akibatnya, kepuasan kerja, interaksi kerja, dan relasi internal di kantor juga kena dampak buruknya.

Dari penelitian-penelitian di atas, dapat disimpulkan privasi adalah kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Konsep kantor terbuka dapat menghambat privasi karena karyawan enggan berinteraksi secara langsung di depan banyak orang. Karyawan akan mencari banyak cara untuk mempertahankan privasi mereka, salah satunya adalah berkomunikasi lewat jalur lain.

Konsep kantor terbuka terkesan ideal karena bisa menghemat biaya dan ruangan serta memenuhi keinginan perusahaan untuk meningkatkan kolaborasi dan inovasi perusahaan. Namun, jangan abaikan dampaknya yang berpotensi mengorbankan produktivitas, sosialisasi, serta kesehatan karyawan.