3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Lakukan Evaluasi Kinerja Karyawan

Evaluasi kinerja karyawan dapat membuat banyak karyawan merasa kurang nyaman. Bahkan Anda mungkin juga merasa tidak enak hati jika Anda sendiri yang harus melakukannya. Namun, jika Anda memang diharuskan melakukan evaluasi kinerja, pasti Anda ingin melakukannya sebaik dan seefektif mungkin kepada karyawan Anda.

Berikut ini adalah apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan saat Anda sedang evaluasi kinerja karyawan Anda.

Hanya Fokus pada Sisi Negatif

Tujuan evaluasi kinerja adalah untuk memberitahu sisi positif dan negatif kinerja karyawan. Jika Anda hanya fokus pada sisi buruknya saja, karyawan akan merasa kecewa dan serba salah. Akibatnya semangat kerja mereka menurun dan mempertanyakan apakah mereka harus bertahan atau tidak di perusahaan Anda.

Agar itu tidak terjadi, pastikan untuk selalu memberikan sisi positif karyawan saat memberikan evaluasi. Anda bisa berkata, “Presentasi kamu sangat memuaskan, tapi kemampuan bicaramu di depan umum masih perlu diperbaiki lagi.” Dengan begitu, Anda tidak terkesan terlalu mengkritik mereka.

Mengkritik Tanpa Memberi Solusi

Sebagai atasan, Anda wajib memberikan solusi pada karyawan sebagai perbaikan mereka. Hanya mengkritik tidak cukup membuat mereka sadar dan memperbaiki kinerja. Jika Anda benar-benar ingin melihat kinerja mereka membaik, berikan solusi yang konkrit dan efektif.

Misalnya, jika Anda seorang atasan dari sebuah tim IT dan karyawan Anda selalu bermasalah dalam memperbarui sistem, jangan hanya bilang hasil kerjanya kurang memuaskan. Arahkan dia untuk mengikuti seminar atau workshop yang dapat menunjang kemampuannya. Alternatifnya, Anda juga bisa memindahkan dia ke bagian yang lebih dia kuasai.

Menolak Respons Karyawan Terhadap Evaluasi Kinerja Anda

Evaluasi kinerja tidak boleh dilakukan sepihak saja. Sebagai atasan, Anda tetap harus mempersilakan karyawan untuk memberikan respons terhadap penilaian Anda. Berikan mereka kesempatan untuk bertanya dan menjelaskan.

Misalnya, Anda mengkritik seorang karyawan karena pekerjaannya selalu lewat tenggat waktu. Karyawan Anda mungkin ingin menjelaskan bahwa pekerjaannya mengandalkan kerja sama tim dan kontribusi sebagian besar tim sering selesai di saat-saat terakhir. Walaupun alasan karyawan tidak mengubah penilaian Anda, Anda jadi sadar bahwa ada masalah lebih besar yang harus diselesaikan.

Evaluasi kinerja tidak harus membuat karyawan takut, asalkan dilakukan dengan efektif. Hindari kesalahan-kesalahan di atas agar kedua pihak tidak ada yang merasa kecewa atau tersinggung.