Bisnis Gagal di Indonesia, Inilah Penyebabnya!

0
152

Bisnis Gagal adalah momok menakutkan bagi pengusaha. Sering dikatakan bahwa lebih dari separuh bisnis baru, gagal di tahun pertama. Kita memang tidak bisa memprediksi sebuah bisnis akan berhasil atau gagal.

Yang kita bahas memang tentang kegagalan itu sendiri, dengan adanya 5 hal dibawah ini yang merupakan penyebab kegagalan dalam berbisnis. Disini, kita bisa belajar dari kesalahan orang lain yang pernah mengalami kegagalan.

1. Tidak ada perencanaan

Berkali-kali mendatangi seminar bisnis atau membaca profil pengusaha sukses seringkali membuat kita terdorong untuk segera memulai bisnis sendiri. Tak ada yang salah dengan semangat tersebut. Tapi hati-hati, menjalankan bisnis hanya bermodal semangat, salah-salah akan berujung pada kebangkrutan. Agar itu tidak terjadi, selalu dampingi semangat menggebu tersebut dengan perencanaan matang. Tentukan dulu visi, sasaran, dan arah bisnis yang akan Anda geluti. Termasuk menggali informasi lebih banyak tentang bisnis tersebut, bagaimana dan di mana membeli bahan bakunya, siapa saja yang akan menjadi konsumen, serta di mana dan bagaimana memasarkannya. Intinya, bila ingin usaha bertahan jangan memulai usaha sebelum Anda melakukan survei pasar.

2. Pemasaran yang lemah

Di awal usaha, kita pasti tergoda untuk memproduksi sebanyak-banyaknya produk agar segera mencicip keuntungan berlipat. Tak salah memang, asal kita tahu bagaimana memasarkan produk tersebut. Jelilah memanfaatkan setiap celah untuk mempromosikan produk Anda. Tak perlu nekat memasang iklan di media massa bila modal Anda tak memungkinkan untuk itu. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mempromosikan produk pada calon konsumen, seperti melalui media sosial atau mailing list. Tapi ingat, jangan melupakan netiket karena jika salah berpromosi, bukannya mendapatkan pembeli, promo produk Anda bisa dianggap spam.

3. Manajemen yang buruk

Bukan berarti kita harus memiliki latar belakang manajemen atau akuntansi untuk menjadi pebisnis sukses. Kita bisa belajar membuat arsip dan catatan yang baik setiap transaksi yang terjadi. Tak ada salahnya juga bila Anda membuat catatan rinci seputar tahapan apa saja yang sudah dilakukan. Dengan pencatatan yang baik, kita bisa mengevaluasi, apakah bisnis yang sudah berjalan semakin dekat dengan keuntungan berlipat atau justru ancaman jurang kebangkrutan.

4. Pegawai yang susah diatur

Tak salah memang bila membayangkan bisnis yang akan Anda geluti mempekerjakan banyak pegawai. Tapi apakah Anda betul-betul membutuhkan pegawai di saat bisnis baru berjalan? Banyak pengusaha sukses yang memulai usahanya dengan menjalankan sendiri bisnisnya. Mereka baru merekrut pegawai ketika bisnis sudah berkembang. Jangan buru-buru merekrut pegawai bila belum membutuhkannya. Sebaiknya, rekrut pegawai hanya ketika bisnis sudah berkembang pesat dan Anda sudah merumuskan job description bagi calon pegawai Anda. Tak perlu dalam jumlah banyak, cukup rekrut sesuai yang Anda butuhkan. Pastikan juga bahwa orang yang direkrut memenuhi kriteria.

5. Terlalu cepat menarik uang

Siapa yang tak tergiur melihat rekening di bank membengkak akibat keuntungan bisnis yang berlipat? Hati-hati, konon banyak pengusaha pemula yang akhirnya gulung tikar hanya karena tidak tahan untuk tidak menghabiskan uang hasil keuntungan tersebut. Pisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha agar tidak tergoda untuk menghabiskannya. Sebaiknya manfaatkan keuntungan tersebut untuk mengembangkan dan melakukan ekspansi bisnis. Hal inilah penyebab dan merupakan akar dari Cash Flow.

80-90% Bisnis di Indonesia Gagal karena Cash Flow

Ungkapan itu sepantasnya kita jadikan acuan. Sebelumnya Cash Flow sendiri adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.

Kesimpulan jawaban dari para pebisnis menunjukkan bahwa cash flow merupakan tantangan bisnis terbesar yang mereka hadapi (51%), disusul oleh Marketing (21%), kemudian Managing Staf (10%) dan tantangan yang terakhir adalah Work-leisure/Family (18%).

 

Hal-hal yang berpengaruh ini sudah harus menjadi tantangan yang siap para pengusaha lewati ketika berbisnis. Menjadikan diri sendiri dan orang sekitar motivasi untuk terus berjuang mencapai kesuksesan.

Dan untuk para pengusaha baru janganlah patah semangat mengetahui banyaknya tantangan ini, lewati semua dengan ikhlas dan kerja keras. Para pengusaha yang menjadi pembuka lapangan kerja yang tentunya bisa membantu sekitar. Dan untuk memudahkan pencarian pekerja ini. Perusahanmu dapat mendaftarkan diri di Robs Jobs, aplikasi lowongan kerja yang memudahkan pengusaha dan tentunya pekerja. Baik untuk membuka lowongan pekerjaan maupun mencari tempat bekerja.

Robs Jobs hadir dengan mudah dan efisien dan bisa di install di Google Play Store, atau cek saja website Robs Jobs untuk mengetahui pekerjaan apa saja yang tersedia baik di dalam maupun luar negeri. Cek juga seputar pekerja dan pengusaha hanya disini. Ayo install Robs Jobs sekarang! Banyak keuntungan yang akan menguntungkan untukmu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here